All posts by 98

people's bio usually be like 'just a lil girl with big dream' or 'just a girl with camera' and im just over here and make a bio like: HAHAHAHHAHHAHAHAHGHAHAGHHAGAHHAGAHHAKHAKHAKUHUUUUK #OkayThatExplainMuch

Tips Rekreasi Pintar & Murah: Traveloka Dulu!

Traveloka, yang iklannya sering muncul di Youtube sampai hafal daku dibuatnya.

Traveloka dulu! Bla bla bla kemudian…

Hehehe!

Sejak kemunculannya, Traveloka memang sering dijadikan andalan bagi orang-orang sibuk untuk memesan apa saja dalam satu kali pencet. Sekarang sudah jamannya digital, bo, apa-apa berputar secepat koneksi internet! Nggak mau kan, kalo misal harus ngalah sama orang lain cuman gara-gara dia lebih handal dari kita?

Dari dulu itu Traveloka terkenalnya dengan tiket pesawat, tiket kereta, dan tiket perjalanan lainnya. Dari segala kelengkapannya itu, sudah bisa diendus bahwa lambat laun Traveloka akan melebarkan sayap per-tiket-annya *apa sih gue, ke ranah yang lebih luas.

Kalau dulu, katanya orang yang malas ngantri tiket kereta dan pesawat tinggal beralih ke aplikasi yang bertema biru-biru alias Traveloka. Tapi sebenarnya, kalau boleh jujur ya, orang paling malas ngantri tiket rekreasi! Sambil bawa perlengkapan piknik, tas isi baju anak-anak, harus ngantri lama di depan gerbang.

Maka itu, sejak beberapa waktu lalu Traveloka sudah menghadirkan fitur baru yaitu pemesanan tiket rekreasi lewat sejentik jari. Aplikasinya pun memudahkan kita untuk menyorot tempat rekreasi dengan detail, terutama karna kawasan domestik yang teraih oleh Traveloka sudah mencapai ribuan di lebih dari 100 kota di 27 provinsi se-Indonesia.

Tempat rekreasi dan aktifitasnya juga macam-macam, gak melulu tempat hiburan. Bisa juga kalau para tante nih, mau spa rutin atau apa, bisa pesan lewat Traveloka, salah satu pilihannya adalah Martha Tilaar Spa. Kalau yang anak muda nih, yang sukanya karoeke, bisa booking juga tempat karoeke. Bahkan kalau kalian malas *alias bingung, merencanakan kemana ya hari ini, kemana ya tempat yang bagus, bisa sekalian pesan tur harian lho.

Sebab rekreasi dan aktifitas tentunya adalah salah satu elemen paliiing penting dalam merencanakan sebuah liburan. Bisa dibilang, kita nggak bakal mau pergi jauh-jauh kalau nggak ada hal baru yang bisa dilihat/dilakuin.

Maka itu, fitur Traveloka sendiri juga makin lengkap. Sekarang, tidak hanya untuk daerah domestik saja kita bisa pesan tiket. Untuk luar negri juga bisa lho! Kelengkapan ini agaknya menjadi fokus yang dititik beratkan oleh pihak Traveloka sendiri. Karna kalau kita buka aplikasinya, dan kita klik ‘Rekreasi’, kita bisa langsung melihat kategori ‘Internasional’ yang langsung terlihat hingga mudah diakses.

Destinasi luar maupun dalam negri pun dapat diurut mulai dari yang terpopuler, bahkan dalam runtutan yang paing urut dalam negara yang sedang kalian-kalian tuju. Promo-promo restoran juga bertebaran, mulai dari beli voucher makan senilai 100k dengan harga 62k saja. Nyaris seperti diskon 50%, bukan?

Dan ternyata, kelengkapannya nggak sampai disitu saja. Saya pribadi sudah pernah lho merasakan mudahnya memesan tiket konser lewat aplikasi ini. Sudah begitu, pembayarannya juga cukup mudah. Buat para pelajar *termasuk gue, yang belum punya kartu kredit, kita bisa lewat transfer ATM maupun indomaret/alfamart.

Yang pengen gue pribadi praise alias puji dari fitur ini sih, ya kelengkapannya itu. Yang paling sering saya pribadi browsing itu di opsi kulinernya, wah, lumayan kan. Kadang kalau lewat Mall besar dengan makanan yang kayaknya instagrammable banget, pengen sih masuk, tapi harganya melangit yaaa… itu mah wassalam *hiks. Tapi sejak ada fitur ini, lumayan lah, lengkap pula, tiketnya pun bukan voucher makan dari restoran antah berantah. Lokasinya juga cukup umum, termasuk di Mall besar macam Gancit dan GI. Jadi, yah, lengkap lah, menurut pengalaman gue.

Lumayan kan, daripada harus ngantri atau ngerogoh gocek lebih. Hehe!

Advertisements

It’s Okay, That’s Alright|Dear Heart

Do you ever occur how much your words would wounds someone? As much as you think one single word can play a different motion. Today i was just happened to be in two situation: Both are pretty similiar.

So there’s a game in my Language class and we play that game as a team. Each one of the member of the team will go to the front and answer the question on a board. When it comes to my turn, beside i’m not into Language at all, i’m also one of the stupidest student at class–now you can guess how ia typically answer those question and lowering the score for my team.

But the team that I’m in at the first Language subject contains grown-ups people and very kind, which i meant they always said “It’s okay, that’s alright” once they saw that i tried so hard to picking up the pieces. And by how shaking my hands were trying to concentrate at the board. And by how hard i was trying to remember that foreign language i never really understand.

But in the second game we played in another Language class, i had to face those who aren’t supportive at all. The way they narrowing their eyes toward my answers, the way they pissed off as that they didn’t want to help me but act like they have any right to judge my wrong answer. That’s just not right.

In here i just wanna tell you that it’s totally fine to be kinder than necessary. And i take a note to myself as a promise, that if in any case I become one of the smartest and I’d have to see a person be in that position as mine right now, i’ll be the first one to say “It’s okay, that’s alright” to show that she/he shouldn’t feel totally sorry because she tried already.

80’s n 90’s

80sShailene Woodley in one of her interview which she taught Jimmy how to Goth Dance, which is pretty cool, reminds me exactly how i felt about the 80’s-90’s hits. Although i was born in the late ’90s but i hope that still counts. LOL. Kidding. What a baby would know about music? But hey, i grew up, and finally i know the era where i was born has the most amazing taste in music. And oh my God, no doubt, those music era are the best, right? The music is just so, so, so good. I couldn’t keep my feet on the ground because i always jump and dance once someone turn that music on! I actually have made a playlist on Youtube which i accidently delete (Stupid, Na, stupid). But here i have my own good taste in the ’80s n ’90s which i hope you’ll love.

-Backstreet Boys; Everybody. I want it that way.

-Spice Girl; Wannabe. (Of course!)

-Wham; All is great, but  Wake Me Up wins

-Michael jackson (Of courseee!); All songs.

-I’m Blue Da Ba Dee

-Come on Eileen by i-forgot-the-band

-Atomic Kitten; All of their song are GREAT but my favorite has been Eternal Flame

-Diana Ross, Celine Dion, etc

-OMG there’s alot more but i forgot at the moment.

Diary: Kampung Inggris, Pare|First Month

This is an honest review, you guys. Some kind of experience I’ve been doing lately. At the moment gue nulis ini, gue lagi duduk di salah satu kamar asrama di Pare, Kediri, yang menyesakkan dan puanas namun thanks to Allah and the fan that i put right next to me, I haven’t been a daging bakar kepanasan wkwk.

Kalo gue search di google, and maybe you’ve done that too, kita bisa liat bahwa semua pada review yang bagus-bagus tentang Pare gitu, dan kalo nanya temen-temen yang pernah ke Pare pasti bakal jawab sama. Tapi disini, bukannya gue nggak seneng di Pare, tapi gue bakal release Pros and Cons dari keputusan ngambil kursus di Kampung Inggris. So without further due(?), let’s dig into it!

[+]Pros

-Harga makanan disini murah-murah. [Temen gue langsung nganga pas gue bilang makanan termahal yang pernah gue beli cuman 7 ribu. Itu pun nasinya udah bikin perut bengkak]

-Biaya kursusnya affordable banget

-Kosan maupun asramanya juga murah-murah [Dan biasanya udah plus Wifi]

-Wifi everywhere! [Bahkan di warung-warung nasi sesederhana apapun ada Wifi dah]

-Ketemu orang berbagai culture and latar belakang

-Apa aja ada [Dari sepeda sampai kipas angin pun bisa disewa]

-Kalo ngejemur baju cepet banget kering wkwk

 

[-]Cons

-Puanas tenan [Siap-siap bayar uang sewa kipas. 60-an sebulan]

-Jauh dari mana-mana [Namanya juga kampung!]

-Kediri itu nggak semodern Jakarta [Jadi jangan harap bisa nemu Mall yang lebih fancy dari yang ada di Jakarta]

-Berdebu abis. [Kalo lagi hujan, kalau nggak cepet-cepet nutup jendela or pintu, bisa-bisa banyak debu masuk yang bakal kita sadarin lately nanti pas ujan udah reda]

-Karna multi-culture, banyak orang yang berasal dari daerah-daerah dan nggak begitu open minded. [Banyak yang individualis dan nggak pedulian, bahkan pura-pura nggak tahu dia udah nyebapin masalah #bapergue #smh. Bukan hanya yang dari desa-desa luar, tapi orang Kedirinya juga ada yang begitu. Gue dan teman-teman punya pengalaman2 nyakit dah pokoknya.Tapi kalo ada yang baik, ya baik banget. Dan banyak kok yang baik jadi don’t worry:)]

 

Personal Tips:

-Sewa kipas angin is a must.

-Sewa sepeda. Gak usah yang bagus-bagus yang penting ada rodanya wkwk.

-Personally, gue lebih prefer kosan daripada asrama. Harganya nggak sampai 200 ribu per bulan dan terkadang kita bisa nemu kosan yang seorang satu kamar. Tapi kalau emang pengen ambil kursus Inggris yang full alias bisa practice B.inggris sama temen seasrama ya boleh aja.

-Kalo orang-orangnya pada nyebelin, please don’t give a damn. Do what you do. Bahkan kalo emak kosan lo yang ngeselin, jangan langsung mikir untuk pindah tempat walaupun lo bisa. Selesain dengan kepala dingin [Makanya sewa kipas alright] I can tell that we should call it pendewasaan diri.

-Please, jangan kesini sendirian. Mending ajak temen. Ini personal opinion sih, tapi karna gue tinggalnya di Bogor Kota dan 3 tahun terakhir nge-asrama di Jakarta, gue jadi rada shock culture gitu disini [Kok bisa? Ya ga tau kenapa juga sih wkwk]. Kalo ada temen it’ll reduce the awkward feeling we have when we got here.

 

Lastly, what to pack?

-Baju. Kagak udah banyak-banyak emang lo mau pindahan apeh.

-Duit

-Obat-obatan pribadi

-Udah

Yang bisa lo skip dari packing karna bisa beli setiba di Pare:

-Gayung.

-Sabun and peralatan mandi.

-Bantal-guling

-Buku and peralatan tulis

-Sendok-Garpu

-Mostly everything you need gampang dibeli di Pare jadi kalo lo cuman bawa badan dan duit pun lo siap dah wkwk.

 

Okay, that’s all. Gue harap ini berguna buat lo-lo semua. Bye! C YA!

 

Don’t Forget Omran; Nor Aylan

Tweet by @khalidalbaih on 18 August 2016 saying

An image of injured boy from Syria draws attention currently. He just lost almost everything, but he didn’t cry; instead, he was sitting in an orange seat in the back of an ambulance, maybe wondering which one of fault that made him deserves to go through such thing.

And again, in this very small note, I realized how that picture has drown me into a memory. In the past time, when i was 12, I used to have a friend from Syria. Facebook connects people, right? She was my friend even before Syria turned into a hell. I just wanted to let you know that at first, i always kept in touch with her and worried about everything. There, she always said that she’s fine. Syria doesn’t hurt her that much. Time passes and suddenly she doesn’t use Facebook as much; there’s no green button next to her name on my chat list. I claimed something happen, and in short time, I left Facebook just like the other people. But time heals, and time rebuild. Today i tried my best to get my Facebook back–I accidentally forgot the password after 3 years of not using it.

I was in God’s blessing today, that i could open my Facebook again and i checked how she’s been doing… She’s doing okay. She lives in Turkey now just like the other Syrian refugees. I hope that she’ll feel like home, wherever she goes. And my prays goes for Syria, as always.